wlcome..

ApeSal

Thursday, 31 March 2011

Kisah Imam Hassan Al-Banna


Harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama dan jasa yang ditaburkan. Inilah yang dapat diperkatakan mengenai keperibadian tokoh pada kali ini iaitu As Syahid Imam hassan Al Banna. Walaupun telah 54 tahun Almarhum meninggalkan kita semua, namun perjuangan dan kegigihannya dalam menegakkan kembali Islam di bumi Mesir tetap kukuh bersemadi dalarn hati sanubari masyarakat Islam hingga ke hari ini.

Jom sama2 kita ikuti beberapa kisah Imam Hassan Al-Banna

Kisah 1 - Imam Hassan Al-Banna dengan sandal

Seorang tua renta mempunyai seorang putera pergi bertempur bersama ikhwan melawan Yahudi di Palestina. Lalu ia pergi menuju ke Pejabat Pusat Ikhwanul Muslimin di Kaherah untuk menemui Ustaz Mursyid Am Hassan al-Banna. Ia mohon agar Ustadz Hasan al-Banna memberi keringanan kepada puteranya dari keikutsertaan pertempuran itu. Hassan al-Banna menyambutnya dengan baik. Sebelum orang tua itu masuk ruangan pejabat, ia menanggalkan sandalnya di dekat pintu. Setelah Ustaz al-Banna berbincang-bincang dengannya, meredalah rasa takut dalam jiwanya. Setelah itu, beliau pun berdiri untuk mengantarkannya sampai ke pintu dan orang tua itu kelihatan kekok untuk mendapatkan sandalnya. Tampaknya penglihatannya lemah, cepat-cepat Imam al-Banna mengambilkan sandalnya dan memakaikannya. Orang tua itu sangat terkesan dengan sikap Ustadz al-Banna dan ia merasa menyesal. Sebahagian ikhwan menyaksikan kejadian itu, mereka merasa malu terhadap diri mereka sendiri, dan mereka mendapatkan pelajaran bagaimana seharusnya seorang dai bersikap terhadap orang tua.

Kisah 2 - Imam Hassan Al-Banna ketika Letih

Syekh Ismail Hamdi seorang pendidik di kota Iskandariyyah bercerita, ia dalam perjalanan bersama Ustadz Hasan al-Banna di Mesir Atas. Setelah perjalanan penjang di sebagian desa itu, pada suatu petang, tibalah waktu shalat Isya. Ustadz al-Banna berkata kepada Syekh Ismail Hamdi, “Saya letih sekali, kami ingin agar Anda menjadi imam shalat.” Maka Syekh Ismail maju untuk mengimami shalat, akan tetapi ia shalat dengan surah-surah pendek. Ketika shalat berakhir, Hasan al-Banna berkata kepadanya “Mengapa Anda shalat dengan surah-surah pendek.” Ia menjawab, “Kerana Anda mengatakan ”Saya letih sekali’, oleh sebab itu saya membaca surah-surah pendek untuk meringankan Anda.” Ustadz al-Banna berkata, “Wahai saudaraku, junjungan kita Rasulullah berkata kepada Bilal, ‘Hai Bilal, istirahatkanlah kami dengan shalat.’ Beliau tidak berkata, ‘Hai Bilal istirahatkanlah kami dari shalat.’

No comments:

Post a Comment